Sejarah Bangil Kalianyar dan Kali Porong

Peta Bangil tahun 1880

Kalau tidak dipindah mungkin Kalianyar tinggal sejarah.

Pada jaman dulu kapal-kapal besar di Selat Madura bisa berlayar sampai ke Kalianyar melalui Kali Porong Lama (sekarang Kali Mati/Bangil Tag), ini dibuktikan dengan kedatangan Pasukan Untung Suropati di Desa Kalianyar di akhir abad 17, Kali Porong ini tidak hanya bisa dilayari sampai Kalianyar tapi juga bisa dilayari lebih ke dalam sampai ke Desa Kedung Cangkring (wilayah Jabon, Sidoarjo), perlu diketahui di jaman dahulu Kedung Cangkring adalah pelabuhan besar di daerah aliran Kali Porong. di Peta Kalianyar & sekitarnya di bawah ini dapat kita lihat bahwa sebelum aliran Kali Porong di pindah ke wilayah Telocor, sungai ini mempunyai debit air yang besar jika dibandingkan dengan Kali Kedunglarangan. Oleh karena kawasan bantaran Kali Porong ini sering banjir & banyak masyarakat yang mengeluh karena luapan Kali Porong sampai ke sawah-sawah sehingga menggangu hasil panen mereka, maka pada awal abad ke-20 pemerintah Hindia Belanda memilih alternatif yaitu dengan meluruskan kali Porong sampai ke Selat Madura seperti yang sekarang kita saksikan. Proses pengerjaan Kanal Kali Porong yang baru ini memakan banyak korban jiwa terutama bagi masyarakat sekitar kali Porong, dari sinilah muncul kisah seorang tokoh pembangkang bernama Joko Sambang yang merupakan anak seorang Lurah dari Desa Gunung Gangsir, Beji.. Andaikan aliran Kali Porong tidak dipindahkan ke daerah Telocor bagaimana nasib Desa Tambaan & Kalianyar sekarang??




dua buah kapal berlayar di perairan Kalianyar di awal tahun 1900-an.

Komentar